Penatalaksanaan fraktur simfisis mandibula dengan dua perpendicular mini-plates

Mirta Hediyati Reksodiputro, Noval Aldino

Abstract


Latar belakang: Fraktur mandibula merupakan salah satu fraktur daerah wajah yang paling sering terjadi. Penatalaksanaan kasus fraktur mandibula membutuhkan pemahaman secara komperehensif meliputi faktor anatomi, biomekanik, dan oklusi. Ketiga faktor tersebut bertujuan untuk mengembalikan fungsi mandibula yang sangat bergantung pada posisi anatomis fragmen tulang, dengan morbiditas seminimal mungkin. Plate and screw telah digunakan selama beberapa dekade terakhir untuk memfasilitasi stabilitas fragmen tulang di daerah maksilofasial, dan sampai saat ini merupakan teknik yang paling sering digunakan. Tujuan: Memahami prinsip penatalaksanaan kasus fraktur simfisis mandibula menggunakan 2 perpendicular mini-plates. Kasus: Dilaporkan laki-laki, berusia 24 tahun dengan fraktur multipel wajah (fraktur komplit simfisis mandibula, fraktur sagital palatum, dan fraktur rima orbita inferior) akibat kecelakaan lalu lintas. Metode: Pencarian literatur dilakukan melalui Cochrane, Pubmed, ClinicalKey, dan Wiley dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan satu artikel yang telah dilakukan critical appraisal. Hasil: Dari 25 pasien dengan fraktur mandibula, semua pasien dilakukan tindakan open reduction diikuti dengan penggunakan fiksasi 2 mini-plates. Penatalaksanaan yang dilakukan untuk fraktur mandibula pada kasus ini adalah open reduction internal fixation (ORIF) menggunakan 2 perpendicular mini-plates, dan pemasangan intermaxillary fixation (IMF), serta maxillo-mandibular fixation (MMF) untuk menjaga stabilitas tulang, guna mendukung proses osifikasi pada fraktur palatum. Kesimpulan: Penggunaan dua buah plate and screw pada simfisis mandibula, dengan kombinasi MMF dan IMF selama 4 minggu berhasil memberikan hasil oklusi yang baik dengan komplikasi seminimal mungkin.


Kata kunci: Fraktur mandibula, ORIF, MMF, IMF, perpendicular mini-plates

 

ABSTRACT

Background: Mandible fracture is one of the most common fractures in facial region. Management of mandible fractures a comprehensive knowledge about anatomical, biomechanic and occlusion factors. These factors are essential to normalize the mandible function with minimal morbidity, and it very much depends on its bone fragments anatomical position. Plate and screw have been used for decades to facilitate the stability of bone fragments in maxillofacial region, and nowadays is still frequently used technique. Objective: Understanding the principal management of mandibular symphysis fracture using two perpendicular mini-plates. Case: A 24 year-old male presented with multiple facial fractures due to traffic accident (mandibular symphysis complete fracture, sagital palatum fracture and inferior orbital rim fracture). Method: Literature study was conducted through Cochrane, Pubmed, ClinicalKey, and Wiley within last 5 years. An article has been retrieved based on the critical appraisal that was subjected to exclusion and inclusion criteria. Results: Among 25 patients with mandibular fractures, surgical procedures were performed through open reduction and internal fixation with the use of 2 mini-plates. Open reduction internal fixation (ORIF) using 2 perpendicular mini-plates was performed, followed by installation of intermaxillary fixation (IMF), and maxillo-mandibular fixation (MMF), to maintain bones stability that was needed to support ossification process of sagital palatal fracture. Conclusion: Management of mandibular fracture using two perpendicular mini-plates upon mandibular symphysis, by combining MMF and IMF for 4 weeks, was successful to obtain a good occlusion with a minimal complication.


Keywords: Mandible fractures, ORIF, MMF, IMF, 2 perpendicular mini-plates


Keywords


Mandible fractures; ORIF; MMF; IMF; 2 perpendicular mini-plates

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Web
Analytics Made Easy - StatCounter View ORLI Stats