Infection on post transcartilaginous ear piercing

Hemastia Manuhara Harba'i, Nydia Triana

Abstract


ABSTRACT

Background: Body piercing is getting more popular nowadays as a body modification. Piercing is an invasive procedure with the possibility of complications. Researchers had found the rate of body piercing complications at 20.5%. The often found complications are allergic contact dermatitis, inflammation, bleeding, and infection. Some piercings at different sites of human body have more risks to become infected. The cartilaginous part of the ear has a higher risk of significant infection, because of the avascular nature of auricular cartilage that could lead to poor wound healing. Small local infection can progress into perichondritis or abscess. Perichondritis or perichondral inflammation is a severe and a very frequent complication. Pinna edema and spreading of infection could occur if the treatment is delayed. Subperichondral abscess with possible cartilage ischemic necrosis could be the consequence. Purpose: To evaluate the risk of infection after a transcartilaginous piercing. Case Report: Presenting 2 cases of auricular perichondritis treated at ENT Head and Neck Surgery Department, Mitra Keluarga Gading Serpong Hospital. Clinical question: Is infection the most frequent complication of ear piercing? Review method: Searching literature through PubMed and ProQuest with keyword of “Ear Piercing Infection”. Further selection was performed through clinical question. Result: The search found one journal disclosing a case of a 29-year-old patient diagnosed with auricular perichondritis who had the same symptoms as both of our reported patients. Conclusion: Piercing is an invasive procedure. Knowledge of the risks, precautions, and potential complications is important to reduce the peril of serious complications of piercing.

 

ABSTRAK

Latar belakang: Saat ini, tindik pada anggota tubuh semakin populer sebagai salah satu bentuk modifikasi tubuh. Tindik merupakan prosedur yang invasif dengan kemungkinan terjadinya komplikasi. Penelitian terdahulu menyatakan komplikasi dari tindik tubuh sebanyak 20.5%. Komplikasi yang paling umum terjadi adalah dermatitis kontak alergi, inflamasi, perdarahan, dan infeksi. Tindik pada lokasi tubuh tertentu memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami infeksi. Bagian tulang rawan pada telinga memiliki risiko tinggi untuk mengalami infeksi yang signifikan, karena pada dasarnya tulang rawan tidak memiliki pembuluh darah sehingga proses penyembuhannya kurang baik. Infeksi kecil lokal dapat menjadi perikondritis atau abses. Perikondritis atau inflamasi perikondrial adalah komplikasi berat yang sangat umum terjadi. Edema pada bagian daun telinga dan penyebaran infeksi dapat terjadi apabila tatalaksana tidak segera dilakukan. Sebagai akibatnya, dapat timbul abses subperikondrial dengan kemungkinan nekrosis tulang rawan. Tujuan: Untuk mengevaluasi risiko infeksi setelah melakukan tindik pada tulang rawan. Laporan kasus: Melaporkan 2 kasus perikondiritis yang ditatalaksana oleh dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorok di Rumah Sakit Mitra Keluarga Gading Serpong. Pertanyaan klinis: Apakah infeksi merupakan komplikasi yang paling sering terjadi pada tindik telinga? Metode: Mencari literatur melalui PubMed dan ProQuest dengan kata kunci ”Infeksi Tindik Telinga”. Pencarian selanjutnya dilakukan melalui pertanyaan klinis. Hasil: Satu jurnal menyajikan laporan kasus tentang pasien berumur 29 tahun dengan diagnosis perikondiritis yang memiliki gejala yang serupa dengan kedua pasien pada laporan kasus ini. Kesimpulan: Tindik adalah tindakan yang invasif. Pengetahuan tentang risiko, pencegahan, dan potensi komplikasi yang dapat terjadi, merupakan hal yang penting untuk menurunkan kemungkinan terjadinya komplikasi serius dari tindik.


Keywords


post piercing infection, ear infection, perichondritis, ear abscess

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


All articles and issues in Journal Oto Rhinolaryngologica Indonesiana have unique DOI number registered in Crossref.

Web
Analytics Made Easy - StatCounter View ORLI Stats