Agenesis corpus callosum: dampaknya pada perkembangan bicara anak

Semiramis Zizlavsky, Tara Candida Mariska

Abstract


Latar belakang: Corpus callosum (CC) merupakan jalur utama yang menghubungkan hemisfer cerebral. Fungsinya adalah mentransfer informasi dari satu hemifer ke hemisfer lainnya dengan menyediakan sarana untuk mengintegrasi informasi dari setiap hemisfer untuk menerima, memahami dan bertindak sepenuhnya atas masukan sensori termasuk auditori yang berdampak pada proses perkembangan bicara. Tujuan: Mengetahui adakah gangguan pendengaran dan proses perkembangan bicara pada anak sebagai Agenesis Corpus Callosum (AgCC) serta penanganannya. Laporan kasus: Dilaporkan dua kasus yang terdiagnosis sebagai agenesis corpus callosum dan dirujuk untuk mengetahui adakah gangguan pendengaran yang diperkirakan akan berdampak pada perkembangan bicara. Pada kasus pertama terdapat Otitis Media Efusi bilateral dengan adanya keterlambatan bicara dan motorik, sedangkan kasus kedua tidak ditemukan adanya gangguan pendengaran. Metode: Berdasarkan telaah literatur berbasis bukti melalui Pubmed, Science Direct, Springer Link, Clinical Key dengan kata kunci agenesis corpus callosum, pemeriksaan pendengaran, gangguan bicara diperoleh 161 literatur. Skrining dilakukan dan diperoleh 12 literatur yang relevan. Pemilihan jurnal 5 tahun terakhir dengan memasukkan kata kunci maka diperoleh 2 jurnal yang sesuai. Kesimpulan: Penegakan diagnosis agenesis CC sering luput karena gejala yang ditimbulkan tidak khas, sehingga kebanyakan kasus baru terdiagnosis bila ada riwayat kejang yang perlu dicari etiologinya, atau adanya dugaan hidrosefalus. Gangguan pendengaran tidak selalu terjadi tetapi permasalahan yang utama adalah tidak terjadinya integrasi informasi sensorik antar hemisfer yang memengaruhi perkembangan bicara. Oleh karena itu kedua kasus tersebut perlu dievaluasi lanjut. Penanganan kasus agenesis CC bervariasi tergantung kelainan yang dialami.

Kata kunci: Agenesis corpus callosum, gangguan pendengaran, perkembangan bicara

ABSTRACT

Background: The corpus callosum is the main pathway connecting the cerebral hemispheres. Its function is to transfer information from one hemisphere to another by providing a means to integrate information from each hemisphere to receive, understand and act fully on sensory input including auditory which has an impact on the process of speech development. Objective: To identify hearing loss and speech development impairment in children as agenesis CC (AgCC) and provide recommendations regarding the treatment needed. Case Report: Two AgCC cases were reported and referred to identify hearing loss that could interfere with speech development. On the first case, bilateral otitis media with effusion was found along with speech and motoric delay. On the second case, hearing problem was not identified. Methods: Evidence-based literature review was performed through Pubmed, Science Direct, Springer Link, Clinical Key with agenesis corpus callosum, hearing examination, speech disorders as keywords produced 161 literatures. Screening was carried out, resulting in 12 relevant literatures. Selection of the last 5 years by entering keywords produced 2 appropriate journals. Conclusion: Diagnosis of CC is often missed because the symptoms are not typical. Most cases are diagnosed when a history of seizures appeared that need to be sought for etiology or the presence of hydrocephalus. Hearing loss is not always the case but the main problem is its impact on speech development. Therefore both cases need to be further evaluated. Treatment of AgCC cases varies depend on the abnormality found.


Keywords


Agenesis CC, hearing loss, speech development

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.32637/orli.v49i20.321

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


All articles and issues in Journal Oto Rhinolaryngologica Indonesiana have unique DOI number registered in Crossref.

Web
Analytics Made Easy - StatCounter View ORLI Stats