Hubungan derajat adenoid menggunakan teknik nasoendoskopi dengan tekanan telingah tengah

Rosmini Rosmini, Rus Suheryanto, Hendradi Surjotomo

Abstract


Latar belakang: Hipertrofi adenoid sering dilaporkan sebagai salah satu faktor penyebab terjadinya disfungsi tuba. Hubungan anatomi antara nasofaring dan adenoid memiliki implikasi terhadap tuba Eustachius yang terletak di sebelah lateral. Akhir-akhir ini telah digunakan secara luas alat diagnostik endoskopi, salah satu di antaranya adalah pemeriksaan nasoendoskopi, yang dapat memberikan visualisasi 3 dimensi secara jelas, sehingga dapat menentukan derajat adenoid terhadap struktur anatomi sekitarnya. Sebagian besar penyakit telinga tengah didahului oleh gangguan fungsi tuba Eustachius. Fungsi ventilasi merupakan fungsi tuba Eustachius yang paling penting, bertujuan untuk mempertahankan keseimbangan antara tekanan gas dalam telinga tengah dan udara di luar membran timpani. Salah satu cara untuk mengukur tekanan telinga tengah secara tak langsung, yaitu dengan timpanometri yang dapat menilai fungsi ventilasi tuba Eustachius. Tujuan: Mengetahui hubungan derajat adenoid menggunakan nasoendoskopi dengan tekanan telinga tengah. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional, melibatkan 24 sampel yang diduga menderita hipertrofi adenoid, yang dilakukan nasoendoskopi, dan tekanan telinga tengah diukur dengan timpanometri. Data penelitian dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Terdapat korelasi yang cukup kuat dan signifikan antara derajat adenoid dengan tekanan telinga tengah dan tipe timpanogram (p=0,027 dan p=0,002). Kesimpulan: Semakin tinggi derajat adenoid maka tekanan telinga tengah semakin turun. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk melihat hubungan antara derajat adenoid menggunakan nasoendoskopi dengan gejala klinis dari hipertrofi adenoid.

Kata kunci: Derajat adenoid, nasoendoskopi, tekanan telinga tengah

 

ABSTRACT

Background: Adenoid hypertrophy has been widely reported as one of the causes of tubal dysfunction. Anatomical relationship between the nasopharynx and adenoid has implications for the Eustachian tube which is located at the lateral wall of the nasopharynx. Recently, endoscopic diagnostic tool has been commonly used, because it provides a clear 3-dimensional visualization, to determine the degree of adenoid hypertrophy with its’ surrounding anatomical structures. Most of the middle ear disease is preceeded by Eustachian tube dysfunction. Ventilation is the most important function of the Eustachian tube which aims to maintain the balance of the gas pressure in the middle ear and the air outside the tympanic membrane. Tympanometry is one of the tools for measuring the pressure of the middle ear which indirectly assesses the function of the Eustachian tube ventilation. Purpose: To determine the relationship between the degree of adenoid using nasoendoscopy with middle ear pressure. Method: The study was observational analytic with cross sectional design. This study involved 24 patients with adenoid hypertrophy underwent nasoendoscopic examination and tympanometry for assessing middle ear pressure. Data were analyzed using Spearman test. Result: There was a fairly strong and significant correlation between adenoid hypertrophy with middle ear pressure and tympanogram type (p=0.027 and p=0.002). Conclusion: The higher the degree of adenoid hypertrophy, the lower the middle ear pressure. Further research is needed to see the relationship of the degree of adenoid with nasoendoscopy with clinical symptoms of adenoid hypertrophy.

Keywords: Degree of adenoid, nasoendoscopy, middle ear pressure


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.32637/orli.v46i2.157

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


All articles and issues in Journal Oto Rhinolaryngologica Indonesiana have unique DOI number registered in Crossref.

Web
Analytics Made Easy - StatCounter View ORLI Stats