Pengaruh cuci hidung dengan NaCl 0,9% terhadap peningkatan rata-rata kadar pH cairan hidung

Ferryan Sofyan, Dyan Riza Indah Tami

Abstract


Latar belakang: Pedagang kaki lima rentan terkena polusi udara. Hidung merupakan salahsatu organ pelindung tubuh terpenting dan menjadi target utama dari polusi udara. Polusi udara dapatmenurunkan kadar pH hidung dan menyebabkan sistem transpor mukosiliar hidung tidak bisa bekerjaoptimal. Terapi cuci hidung telah digunakan sejak berabad-abad lalu, untuk mengobati penyakit sinuskarena mencegah pembentukan krusta pada rongga hidung. Terapi cuci hidung juga dapat membersihkanpartikel-partikel debu dan polusi yang terperangkap di mukus hidung. Tujuan: Melihat pengaruh cucihidung dengan NaCl 0,9% terhadap peningkatan rata-rata kadar pH cairan hidung pada pedagang kakilima yang rentan terkena debu dan polusi udara.

Metode: Penelitian ini bersifat pra-eksperimental denganone group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh pedagang kaki lima yang berjualan dikawasan kampus Universitas Sumatera Utara dan sampel adalah populasi yang memenuhi kriteria inklusidan eksklusi. Data hasil penelitian diolah dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan dilanjutkandengan uji Wilcoxon.

Hasil: Berdasarkan uji normalitas data Kolmogorov-Smirnov didapati nilai P pretest0,000 dan P posttest 0,001. Kedua data tersebut tidak terdistribusi normal, kemudian dilanjutkan denganUji Wilcoxon. Didapatlah hasil Wilcoxon dalam peningkatan kadar pH cairan hidung adalah peningkatanyang bermakna (p=0,000; p<0,05) dan memiliki peningkatan rata-rata pH cairan hidung yaitu sebesar0,0824.

Kesimpulan: Terdapat peningkatan rata-rata kadar pH cairan hidung setelah dilakukan cucihidung dengan NaCl 0,9% sebanyak dua kali sehari, selama sepuluh hari pada pedagang kaki lima. Parapedagang kaki lima di lingkungan Universitas Sumatera Utara, dianjurkan untuk melakukan cuci hidungsetiap hari untuk menjaga higiene saluran napas.

Kata kunci: pH cairan hidung, cuci hidung, polusi udara, pedagang kaki lima

 

ABSTRACT

Background: Street vendors in Medan and other cities in Indonesia are prone to outdoor airpollution that may compromising the nose as well as the entire respiratory system. Outdoor air pollutantmay reduce nasal pH level causing an in-efficient mucociliary transport system. Nasal washing as oneof modality in personal hygiene aims to clean hazardous particles and pollutants trapped in the nasalmucous blanket.

Purpose: This study aimed to find-out that average of pH levels of nasal fluid affectedby nasal washing using NaCl 0,9%.

Method: The study design was a pre-experimental with one grouppretest-posttest design. Population of the study were all vendors in surrounding Universitas SumateraUtara, and the subjects were having 8 hours a day exposure to outdoor air pollutant without any evidenceof ongoing infectious inflammation. Research data processed by the normality test, Kolmogorov-Smirnovtest, and followed by Wilcoxon test.

Result: Based on Kolmogorov-Smirnov test, result obtained P pretest0.000 and P posttest 0.001. Both were not distributed normally, and then followed by Wilcoxon Testwhich found a significant increase of pH level of nasal fluid (P<0.05) with average pH level of 0.0824.

Conclusion: An increase in nasal fluid average pH levels was significantly observed after washing thenose using NaCl 0,9% solution twice a day for ten days. Street vendors in Universitas Sumatera Utarasurroundings are suggested to do daily nasal washing as their new life style to maintain personal hygiene.

Keywords: Nasal fluid pH, nasal wash, air pollution, vendor


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.