Tatalaksana komprehensif prosedur Millard modifikasi dengan nasoalveolar molding pada labiognatopalatoskizis komplit bilateral

Dini Widiarni Widodo, Raden Ayu Anatriera, Taty Zubaidah Cornain

Abstract


Latar belakang: Bibir sumbing dengan celah palatum merupakan suatu kelainan kongenital denganberbagai macam presentasi klinis, bersifat multifactoral inheritance dimana terdapat bakat genetikataupun kontribusi dari faktor lingkungan. Pasien cleft lip palate (CLP) membutuhkan penangananmultidisiplin untuk mengoptimalkan hasil. Penanganan sebelum dan pasca tindakan pembedahan yangkomprehensif diperlukan untuk menghasilkan outcome dan prognosis yang baik. Tujuan: Melaporkankasus labiognatopalatoskizis komplit bilateral dengan pilihan teknik labioplasti modifikasi Millard untukkoreksi primer celah bibir, disertai penggunaan nasoalveolar molding (NAM) sebelum pembedahan.Laporan kasus: Bayi laki-laki berusia 6 bulan datang dengan keluhan terdapat celah pada bibir danpalatum disertai adanya kelainan kongenital multipel sejak lahir. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan celahpada bagian atas bibir komplit bilateral, gusi atas, serta palatum. Kavum nasi kedua hidung tampak defekpada bagian dasar hidung. Pada pasien dipasang NAM sejak usia 3 bulan agar dapat membantu asupanmenyusui. Kemudian pasien menjalani tindakan labioplasti menggunakan teknik Millard untuk koreksiprimer celah bibir. Metode: Penelitian literatur dengan mencari melalui Pubmed, Google Scholar, danClinicalKey sesuai pertanyaan klinis dalam beberapa tahun terakhir. Setelah penyaringan dengan kriteriainklusi dan eksklusi, diperoleh 1 jurnal yang relevan, selanjutnya jurnal ini dilakukan pengkajian kritis.Hasil: Dalam jurnal tersebut menyatakan bahwa penggunaan teknik modifikasi Millard dengan penggunaanNAM mempunyai outcome yang baik terhadap perbaikan bentuk bibir dan hidung pasien celah bibirkomplit bilateral. Kesimpulan: Penggunaan nasoalveolar molding sebelum pembedahan dapat bergunamenghasilkan perbaikan bentuk bibir dan hidung serta memperbaiki outcome dan prognosis pasien.

 

ABSTRACT

Background: Cleft lip with cleft palate is either a non-syndromic disorder or a manifestation ofanother syndrome, with a variety of clinical presentations. Non-syndromic cleft lip is a multifactorialinheritance disorder in which there is a genetic tendency in the family, or being contributed byenvironmental factors. Cleft lip and cleft palate (CLP) patients need multidisciplinary managementto optimize results. A comprehensive prior and post surgery treatment are required to produce betteroutcome and prognosis. Objective: Reporting a case of complete bilateral labiognatopalatoschizis withMillard modified labioplasty approach for primary correction and the use of nasoalveolar molding(NAM) prior to surgery. Case Report: A 6-months-old male baby came with a complete bilateral cleftlip and palate, accompanied by multiple congenital abnormalities at birth. Physical examination showedcomplete bilateral cleft along lips, gums, hard and soft palate. There was also a defect at the base of thenose. In this patient, NAM was inserted since 3 months of age to assist breastfeeding intake. The patientunderwent a labioplasty procedure using Millard technique for primary correction of cleft lip. Method:Literature searching through Pubmed, Google Scholar, and ClinicalKey according to clinical questions.After screening with the inclusion and exclusion criteria, one relevant journal was obtained, then criticallyappraised. Result: The journal stated labioplasty procedure with NAM had a good outcome for lip andnose repair in a bilateral complete cleft lip. Conclusion: The use of NAM before surgery could be usefulin improving patient’s outcome and prognosis.


Keywords


labioplasti; labiognatopalatoskizis komplit bilateral; NAM; tatalaksana; labioplasty; complete bilateral cleft lip palate; NAM; procedure

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.32637/orli.v48i1.259

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Web
Analytics Made Easy - StatCounter View ORLI Stats